Faktor Yang Menggerakkan Mata Uang

Sama seperti dalam setiap jenis perdagangan, yang menggerakkan harga adalah dinamika penawaran (supply) dan permintaan (demand). Lalu apa yang mempengaruhi dinamika penawaran dan permintaan? Secara umum ada 3 faktor yang dominan: fundamental, teknikal dan psikologis.

FAKTOR FUNDAMENTAL
Sesuai dengan namanya, faktor fundamental adalah faktor-faktor yang secara mendasar berkaitan langsung dengan perubahan nilai mata uang. Misalnya saja kondisi perekonomian, kebijakan moneter, kebijakan politis, harga-harga komoditas strategis, situasi geopolitis, dan lain sebagainya.

Analisis fundamental berupaya memahami keterkaitan antara faktor-faktor fundamental dan kemungkinan arah pergerakan harga.

Apa yang dihasilkan dari analisis fundamental adalah trend dan sentimen pasar yang dominan. Mereka yang bertransaksi dengan menggunakan strategi jangka panjang dan dana yang besar sangat membutuhkan analisis fundamental.

Bagaimanapun analisis fundamental tidak memiliki variabel dan parameter yang cukup untuk memperkirakan tingkat harga. Oleh karena itu analisis fundamental ini kadang agak diabaikan oleh para intraday trader.

Akan tetapi mengingat trend pergerakan harga adalah faktor yang penting dalam menentukan arah transaksi yang menguntungkan, baik untuk jangka panjang maupun transaksi harian, maka analisis fundamental ini sesungguhnya tidak bisa diabaikan.

FAKTOR TEKNIKAL
Setiap pelaku pasar mengamati pergerakan harga mata uang melalui chart. Akibatnya kondisi pergerakan nilai mata uang yang tergambar pada chart ikut mempengaruhi keputusan eksekusi transaksi yang diambil para pelaku pasar.

Dinamika pergerakan harga pada chart inilah yang disebut sebagai faktor teknikal. Pada bentuknya yang murni analisis teknikal tidak melihat latar belakang ekonomi maupun politik yang mendasari pergerakan mata uang sebagaimana yang dilakukan para analis fundamental, tapi lebih menitik beratkan pada aktivitas pergerakan mata uang yang sudah dan sedang terjadi.

Berdasarkan data-data itu dengan dibantu oleh indikator-indikator teknikal, seorang analis teknikal berupaya memperkirakan kemungkinan kemungkinan pergerakan suatu mata uang. Dengan berdasarkan chart dan berbagai indikator teknikal bisa saja seorang trader memperkirakan pada harga berapa suatu pergerakan mata uang akan berbalik arah, dan apakah sebuah tren yang sedang terjadi akan terus berlangsung atau tidak. Namun ketika pergerakan mata uang berkali-kali melanggar batasan-batasan yang ditetapkan oleh indicator teknikal, seorang analis tidak mempunyai data yang cukup untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Ini biasanya terjadi saat factor fundamental mendominasi pergerakan pasar, batasan-batasan teknikal menjadi tidak ada artinya.

FAKTOR PSIKOLOGIS
Adakalanya terjadi anomali seperti ini: akan ada pengumuman perubahan suku bunga The Fed dan para analis memperkirakan terjadi pemotongan suku bunga. Akan tetapi beberapa jam sebelum pengumuman USD sudah mulai tertekan dan terus tertekan melampaui batas-batas support.

Begitu terjadi pengumumam dan suku bunga The Fed memang dipangkas, justru USD bergerak naik. Teorinya, pemotongan sub bunga melemahkan USD tapi ketika pemotongan diumumkan USD malah menguat. Apa yang terjadi? Kondisi semacam ini hanya bisa dijelaskan dari sisi psikologi pasar, pelaku pasar melakukan apa yang dikenal sebagai “buy the rumour, sell the fact” Pelaku pasar dipicu oleh faktor ‘greed & fear’ berupaya melakukan transaksi lebih dulu untuk mencari profit sebesar mungkin atau untuk mengamankan posisi. Akan tetapi saat perubahan suku bunga diumumkan harga sudah bergerak terlampau jauh dan justru terkoreksi.

Atau pada kondisi market yang sedang sepi dengan volume transaksi yang terbatas, tiba-tiba harga naik beberapa puluh pip dengan cepat dan hanya berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya kembali ke level semula. Kondisi yang biasa dikenal dengan ‘stophunting’ atau diistilahkan di Indonesia “Digoreng” ini juga diakibatkan oleh faktor ‘psikologis’: keserakahan pemain besar yang ingin melikuidasi posisi-posisi lawannya.