Faktor Psikologis

Adakalanya terjadi anomali seperti ini: akan ada pengumuman perubahan suku bunga The Fed dan para analis memperkirakan terjadi pemotongan suku bunga. Akan tetapi beberapa jam sebelum pengumuman USD sudah mulai tertekan dan terus tertekan melampaui batas-batas support.

Begitu terjadi pengumumam dan suku bunga The Fed memang dipangkas, justru USD bergerak naik. Teorinya, pemotongan sub bunga melemahkan USD tapi ketika pemotongan diumumkan USD malah menguat.

Apa yang terjadi? Kondisi semacam ini hanya bisa dijelaskan dan sisi psikologi pasar, pelaku pasar melakukan apa yang dikenal sebagai “buy the rumour, sell the fact” Pelaku pasar dipicu oleh faktor ‘greed & fear’ berupaya melakukan transaksi lebih dulu untuk mencari profit sebesar mungkin atau untuk mengamankan posisi. Akan tetapi saat perubahan suku bunga diumumkan harga sudah bergerak terlampau jauh dan justru terkoreksi.

Atau pada kondisi market yang sedang sepi dengan volume transaksi yang terbatas, tiba-tiba harga naik beberapa puluh pip dengan cepat dan hanya berlangsung beberapa menit sebelum akhirnya kembali ke level semula. Kondisi yang biasa dikenal dengan ‘stophunting’ atau diistilahkan di Indonesia “Digoreng” ini juga diakibatkan oleh faktor ‘psikologis’: keserakahan pemain besar yang ingin melikuidasi posisi-posisi lawannya.