Williams’ Percent Range (%R)

Williams’ Percent Range (%R) adalah indikator dinamis, yang menentukan kondisi market overbought atau oversold. Williams’ %R mirip dengan Stochastic Oscillator. Perbedaannya hanya %R memiliki skala upside down dan Stochastic Oscillator memiliki internal smoothing. Untuk menampilkan indikator dalam upside down, simbol minus ditempatkan sebelum nilai Williams Percent Range (contohnya, -30%). Symbol minus harus diabaikan ketika melakukan […]

Volumes

Indikator volume dimana mencoba untuk mengukur permintaan dan penawaran pasangan mata uang dengan mencari tahu apakah investor pada umumnya “Mengumpulkan” (buying) atau “Mendistribusikan” (selling) pasangan kurs. Premis dasar selalu berupa volume (atau aliran uang) dan dapat menjadi indikator utama terhadap aksi harga.

Stochastic Oscillator

Indikator Stochastic Oscillator membandingkan harga close saat ini dengan kisaran harga pada periode tertentu. Stochastic Oscillator ditampilkan dalam dua garis. Garis utama disebut %K. Garis kedua, disebut %D, adalah Moving Average dari %K. Garis %K biasanya ditampilkan dengan garis tegas dan garis %D biasanya ditampilkan dengan garis putus. Ada beberapa cara untuk menentukan Stochastic Oscillator. […]

Standard Deviation (StdDev)

Indikator Standard Deviation (StdDev) mengukur volatilitas market. Indikator ini mengkaraketerisasi skala perubahan harga berkaitan dengan Moving Average. Jika nilai indikator besar, market bersifat volatil dan bar harga agak tersebar, relative terhadap Moving Average. Jika nilai indikator tidak besar, berarti bahwa volatilitas market rendah dan bar harga agak dekat dengan Moving Average. Biasanya indikator ini digunakan […]

Relative Vigor Index (RVI)

Poin utama indikator Relative Vigor Index (RVI) adalah harga close pada bull market, lebih tinggi dari harga open. Begitu pula sebaliknya pada bear market. Ide di balik RVI adalah kekuatan, atau energy dari gerakan akibat harga berakhir pada penutupan. Untuk menormalisasi indeks ke rentang trading harian, bagi perubahan harga dengan rentang maksimum harga untuk satu […]

Relative Strength Index

The Relative Strength Index (RSI) adalah osilator pengikut harga berkisar antara 0 dan 100. Ketika Wilder memperkenalkan Relative Strength Index, ia merekomendasikan RSI 14-hari. Sejak itu, indikator RSI 9-hari dan 25-hari juga mendapat popularitas. Metode popular analisa RSI adalah melihat perbedaan yang membuat high baru. Tetapi RSI gagal untuk melewati high sebelumnya. Perbedaan ini adalah […]

Parabolic SAR

Indikator Parabolic SAR dikembangkan untuk menganalisa tren market. Indikator ini dibuat pada grafik harga. Indikator ini menyerupai Indikator Moving Average dimana perbedaannya adalah Parabolic SAR bergerak lebih cepat dan merubah posisinya menurut harga. Indikator ini berada di bawah harga saat bullish (Up Trend) dan berada di atas harga saat bearish (Down Trend). Jika harga memotong […]

On Balance Volume (OBV)

Indikator On Balance Volume (OBV) adalah indikator teknikal momentum yang berkaitan dengan volume dan perubahan harga. Indikator yang diperkenalkan oleh Joseph Granville ini cukup sederhana. Ketika harga close lebih tinggi daripada harga close sebelumnya, maka dianggap sebagai up-volume. Ketika harga close lebih rendah dari sebelumnya, volume harian dianggap down-volume. Asumsi dasar analisa On Balance Volume, […]

Moving Average of Oscillator

Moving Average of Oscillator adalah perbedaan antara osilator dan oscillator smoothing. Dalam hal ini, MACD base-line digunakan sebagai osilator, dan garis sinyal digunakan sebagai smoothing.

Moving Average Convergence/Divergence (MACD)

Moving Average Convergence/Divergence (MACD) adalah indikator pengikut tren yang dinamis. Menunjukkan korelasi antara dua harga Moving Average. MACD adalah perbedaan antara dua (lambat dan cepat) periode Exponential Moving Average (EMA). Untuk menunjukkan kesempatan buy/sell, a so-called signal line (a defined period indicator’s moving average) di-plot pada chart MACD. MACD membuktikan keefektifannya pada market wide swinging […]